Dijanjikan Dapat Pinjamam 25 Juta, Puluhan Penderes Di Banyumas Merasa Tertipu

Dijanjikan Dapat Pinjamam 25 Juta, Puluhan Penderes Di Banyumas Merasa Tertipu
Harun Pengepul Gula

BANYUMAS - Puluhan Warga Desa Karang Kemiri Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Diduga menjadi korban penipuan dilakukan oleh beberapa Oknum Pelaku yang tidak bertanggung jawab yang terjadi pada sekitar 2018. Para penderes yang menjadi Korban tersebut dijanjikan akan mendapat Uang pinjaman, setelah melengkapi Data berupa Foto copy KTP, KK dan Foto, serta menyerahkan sejumlah uang untuk administrasi.

Untuk Jumlah uang yang diserahkan ke pelaku tersebut bervariatif untuk Para penderes ditarik 100 ribu dan dijanjikan akan mendapat pinjaman sebanyak 25 Juta dan untuk para pengepul gula dari para penderes ditarik uang sebanyak 200 hingga 500 Ribu, dan dijanjikan akan mendapatkan pinjaman uang senilai 50 juta.

Hingga saat ini Oktober 2021, korban dari pelaku Dugaan penipuan puluhan para penderes nira dan pengepul gula, Belum mendapatkan realisasi untuk Pinjaman yang dijanjikan oleh Pelaku. Awalnya korban dijanjikan 10 hari akan cair namun hingga berminggu-minggu dan berbulan-bulan serta tahun sudah berganti pinjaman yang dijanjikan pelaku belum juga Cair.

Selain Puluhan Penderes Nira dari Karang Kemiri diduga ada penderes dari Desa lain yang menjadi Korban dari ulah pelaku.

Sarwo Salah satu Korban warga Desa Karang Kemiri menjelaskan kasus ini terjadi sebelum adanya Covid 19 sekitar 2018, pada saat itu para penderes yang dijanjikan akan dapat pinjaman sekitar 30 Orang di Desa Karang Kemiri.

"untuk pinjaman, saya mengajukan 10 orang penderes namun hingga saat ini belum ada Realisasinya, saya merasa tidak enak hati pada para penderes yang sudah ikut menyerahkan uang 100 ribu untuk Administrasi, akhirnya 10 Orang penderes yang mendaftar, terpaksa saya kembalikan uang Administrasi mereka dengan uang sendiri", Ungkap Sarwo.

Lebih lanjut, Waktu penyerahan uang di tempat Kadus Mahfud ada Harun dan Crew nya, dulu saya merasa kurang percaya sebenernya dan menpertayakan kenapa tidak diberikan surat perjanjian atau oret-oretan hitam diatas putih atau kwitansi segala macem, bika mana terjadi sesuatu bisa menjadi bukti, waktu itu saya sendiri yang menanyakan saat pertemuan di tempat kadus Mahfud, untuk pembahasan terkait pinjaman yang dijanjikan pelaku.

Sementara keterangan dari Mahfud salah satu korban dari Desa Karang Kemiri mengatakan benar adanya peristiwa tersebut. Pada saat itu pelaku dan Timnya menjanjikan pinjaman serta menarik sejumlah uang, saat itu informasinya untuk pinjaman dari dana KUR.

"Waktu itu saya dimintai 200 ribu untuk administrasi, guna pencairan pinjaman uang sebanyak 50 juta, Akan tetapi pelaku hingga hari ini belum ada kabarnya", Singkatnya.

Di tempat berbeda Menurut Keterangan dari Harun warga Cilongok Kabupaten Banyumas, seorang Pengepul Gula Semut, saat diklarifikasi mengutarakan ikut menjadi korban Dugaan penipuan, yang dilakukan oleh para Pelaku. Para pelaku yang berjumlah sekitar 5 orang tersebut mengaku datang dengan mengatasnamakan dari Arta Graha Jakarta dan menginap di Rumah miliknya selama seminggu, Rabu (06/10/2021).

"Saya tidak Begitu Kenal mereka (pelaku) saat itu mereka mau memberikan pinjaman kepada para penderes dan pengusaha (pengepul Gula)", Terangnya.

Adapun keteranganya pelaku sempat juga melakukan sosialisasi di Desa Petahunan Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas, pada pada penderes nira. Harun pun dalam penyampaianya tidak pernah ikut memungut uang 100 Ribu dari penderes dan tidak ada saat penarikan uang tersebut di tempat kadus mahfud, dirinya pun berkata ikut menjadi korban dan merasa tertipu karena sudah ditarik uang oleh pelaku senilai 500 ribu.

Pengakuan Harun kehadiranya di rumah kadus Mahfud hubungan Jual beli gula, dan terkait penarikan uang ke penderes yang bertempat di Rumah Kadus Mahfud dirinya membantah tidak hadir disitu, namun keterangan Sarwo dan Mahfud dia ada disitu. Disisi lain menurut keterangan Kadus Mahfud pinjaman yang akan diterima Dari Dana KUR akan tetapi Harun menyampaikan dari Arta Graha Jakarta. Harun juga menyampaikan bahwa punya berkas dan foto saat kegiatan pada saat itu.

Diduga lebih dari 30 orang penderes dari berbagai Desa yang sudah menyerahkan uang pada pelaku, dengan Modus pada para penderes akan mendapat pinjaman uang namun Harus menyerahkan persyaratan dan sejumlah uang untuk administrasi, akan tetapi tidak ada realisasinya sama sekali.

Meski Banyak Orang yang menjadi korban atas Dugaan penipuan yang dilakukan akan tetapi belum ada yang melaporkan ke Aparat Penegak Hukum (APH).

(JiS: N.SoN)

Banyumas Jawa tengah
Narsono Son

Narsono Son

Previous Article

Diduga Cabuli Anak di Bawah Umur TG ditangkap...

Related Posts

Peringkat

Profle

Alamsyah putra

Agung Sugenta Inyuta

Agung Sugenta Inyuta

Postingan Bulan ini: 4

Postingan Tahun ini: 9

Registered: Jul 16, 2021

Abd. Malik & Habibi

Abd. Malik & Habibi

Postingan Bulan ini: 4

Postingan Tahun ini: 14

Registered: Aug 6, 2021

Asripilyadi

Asripilyadi

Postingan Bulan ini: 3

Postingan Tahun ini: 32

Registered: Jul 15, 2021

Narsono Son

Narsono Son

Postingan Bulan ini: 2

Postingan Tahun ini: 4

Registered: May 25, 2021

Profle

Narsono Son

Diduga Selewengkan DD, Mantan Kades Margodadi di Laporkan ke Kajari
Waspada Jika Melintas di Jalan Poros Pekkae-Soppeng Banyak Jalan Berlubang
Dipicu oleh Putusan Panitia, Gelombang Protes Balon Mulai Terlihat
Polsek Percut Sei Tuan Enggan Tanggapi Konfirmasi Wartawan Terkait Markas Judi di Wilkumnya

Follow Us

Recommended Posts

Ungkap Korupsi Bansos, Mensos Tri Rismaharini Apresiasi Polres Malang
Diduga Cabuli Anak di Bawah Umur TG ditangkap Sat Reskrim Polresta Banyumas
Alumni Akpol 91 Bagikan 600 Paket Sembako Untuk Warga Banyumas
KKP Amankan 7 Pelaku Pengeboman Ikan di Perairan Takalar
KKP Berhasil Ringkus Kapal Pencuri Ikan Asal Malaysia